Aku Takut Kamu Pergi Dan Tak Akan Kembali

Aku adalah seseorang yang sedang belajar mencintaimu dalam diam.
Aku bungkam disetiap pertemuan kita,
aku seolah bisu dan tak ingin berucap apapun saat berhadapan denganmu.
Aku takut terus menerus jatuh sedang terlupa bagaimana caranya untuk bangkit.



Aku menyebut Diamku adalah caraku menjagamu.
Kita adalah dua insan yang dipertemukan takdir hari ini, kemudian menanti setiap takdir berikutnya untuk mempertemukan kembali.
Aku tidak tau kapan seseorang disebut jatuh cinta, tapi mengagumimu dalam diam sungguh menentramkan hatiku.

Baca Juga : 

Hai Jodoh, Masih Sabar Kah Kau Menunggu

Mendengar cerita setiap orang tentangmu adalah bagian terindah dalam hidupku, sekali lagi aku mengenalmu dari sudut pandang yang berbeda, dari sudut pandang yang tidak hanya membanggakanmu. Aku selalu ingin menjauh saat prestasi demi prestasi kamu ukir, aku enggan untuk sekedar mengucap kata “selamat” atau “baarakallah” atau kata-kata sejenisnya. Karena aku yakin kamu punya banyak teman, kerabat atau bahkan sekedar kenalan yang akan mengucapkan kata-kata jenis itu, dan aku bukan seseorang yang akan kamu nanti ucapannya.

Sedang aku adalah seseorang yang jauh berbeda denganmu, kegemaran dan kebiasaan yang kita punya mungkin tak satupun sejalan, karenanya aku mengagumimu, karenanya aku menyimpan rindu untuk bertemu, tentu ketika Tuhan menakdirkannya untukku dan untukmu.

Baca Juga : 

Seketika Lupa

Kemarin adalah hari berkurang usiaku di dunia, aku menanti do’a atau sekedar ucapan darimu, kamu mungkin tak menyadari itu, tapi aku menghitung setiap detik waktu untuk menantimu berucap itu.

Aku takut kamu pergi dan tak akan kembali, aku takut bahkan ketika hanya membayangkan itu.

Aku tak harus memilikimu, tapi aku berharap diberi kesempatan menyaksikan hari-hari bahagiamu dengan siapapun itu.


Aku takut kamu pergi dan tak akan kembali, aku harus mengakui kehebatanmu, melakukan perjalanan ke luar negeri karena sebuah prestasi bukan pertama kalinya kamu jalani, tapi tetap saja aku takut kamu pergi dan tak kembali.

Baca Juga : 

Jomblo-lah Dulu, Karena Kalian Tidak Boleh Nikahi Wanita-wanita Ini

Bukan tak kembali ke tempat ini, bukan, aku hanya takut kamu bertemu seseorang yang mmebuatmu jatuh kemudian memilihnya untuk bersanding denganmu, sedang saat itu aku belum benar-benar belajar melepaskan segenap rasaku padamu.

Untuk perjalananmu nanti aku mengirimkan do’a terbaikku untukku, kembali lah dengan selamat.

Sesekali sapalah aku, meski bukan untuk menanyakan kabarku, karena sungguh aku menyimpan rindu. 

ef | 02 Januari 2016

Penulis : ef.belajarmenulis@gmail.com
Banking, Travel, Health, beauty, Agribusiness, Internet, computers, Technology, Fashion and beauty, automotive, machinery, Housing, Insurance, Loans, Mortgage, Attorney, Credit, Lawyer, Donate, Degree, Hosting, Claim, Conference Call, Trading, Software, Recovery, Transfer, Gas/Electricity, Classes, Rehab, Treatment, Cord Blood
Back To Top