Gak Apa-Apa Kamu Dengannya, Yang Penting Kita Tidak Saling Menyakiti Dan Tidak Ada Yang Tersakiti

shares |

cinta sudah masuk ke dalam  hati, maka apa daya seorang anak manusia untuk bisa mengelak. Rasanya sungguh menenangkan terkadang menegangkan. Apalagi saat mata saling menatap dan hati tidak berhenti berdoa. Agar suatu saat, kita kembali saling menatap di pelaminan.



Pernah aku menguatkan niat untuk mengutarakan cinta pada mu. Dengan penuh keyakinan dan pasrah akan hasil yang kau berikan. Tapi entah kenapa, lidah ini tidak pernah sanggup untuk mengucap. Tubuh ini terasa kaku, seperti ada sesuatu yang menghalangi.

Baca Juga : 

6 Alasan Kenapa Menikah Muda Itu Sangat Menyenangkan, Berani ?

Gak Apa-Apa Kamu Dengannya, Yang Penting Kita Tidak Saling Menyakiti Dan Tidak Ada Yang Tersakiti. Sungguh rasa ini tidak pantasa untuk tumbuh, apalagi dapat jawaban dari mu. Ketika cinta terlalu lama menunggu, maka ia akan mati bersamanya atau hidup di tempat yang baru.

Dulu ku harap sosok itu adalah aku, tapi sayang takdir mempertemukan kita hanya untuk saling mengenal tanpa ada kesempatan untuk bersama. Bukan salah mu, atau salah ku yang terlalu lama menterjemahkan isyarat hati untuk bisa hidup bersama. Dan semesta mengiyakan kalau kita tidak bisa hidup untuk bersama-sama melangkah ke syurga.

Baca Juga : 

Ingat ! Jodoh Takkan Lari Kemana

Sejujurnya hati ini masih belum bisa menerima apa yang menjadi kenyataan. Dan sebenarnya rasanya sakit, tapi rasa bahagia dan ikhlasku untuk merelakan mu mengobati itu semua. Sehingga aku yakinkan kepada mu bahwa Kita Tidak Saling Menyakiti Dan Tidak Ada Yang Tersakiti.

Terkadang ada penyesalan, seandainya saja aku tidak pernah berjumpa dengan mu dan rasa ini tidak pernah ada. Mungkin tidak pernah aku mengalami sakitnya merelakan dan perihnya pengharapan. Tapi mungkin dengan ini iman dan keyakinanku semakin kuat dan ketawaan ku semakin terlatih. Dan semakin ihsan dalam beralam sholeh.

Baca Juga : 

Ingat ! Jodoh Takkan Lari Kemana

Aku sadar, rasa cinta ku padamu terlalu besar. Sehingga Allah cemburu dan melupakan cita yang sesunguhnya. Berpisahnya kita semoga menjadi penguat cinta kita pada-Nya dan segala keberkahan kau dapatkan dengan-nya. Terimakasih sudah menjadi alasan untuk terus selalu berjuang.

Related Posts