Kisah 'Pendosa' Yang Kini Sudah Kembali Kepada Fitrahnya

shares |



Sebagai manusia biasa kita memang tak pernah bisa lepas dari melakukan kesalahan. Namun sampai kapan kita ingin tetap melakukan kesalahan sedangkan kita selalu memiliki peluang untuk berubah?
Beberapa bulan lalu sebuah kabar heboh dibicarakan banyak orang di Malaysia, terkait eorang jutawan kosmetik yang bertekad mau kembali kepada fitrahnya. Usahanya tersebut menerima banyak pujian netizen.


Alhamdulillah kini semakin banyak golongannya yang sudah terbuka hati untuk kembali kepada fitrah sebagai mana mereka diciptakan. Ikuti kisah Harry Zulkifli berikut ini.
Ini Semua Ujian Dari Allah


Bila dipikir kembali, ada alasan mengapa saya menjadi Waria. Saya bisa berkenalan dengan teman sejenis dan sahabat-sahabat yang baik, tempat saya berbagi cerita dan mereka selalu ada saat saya jatuh dan bangun. Saya yakin ada alasan mengapa Allah hadirkan satu naluri yang berbeda di dalam diri saya. Yaitu satu naluri kewanitaan yang sulit untuk saya ubah.
Padahal fisik saya pria.


Banyak obat yang sudah saya konsumsi untuk mengubah menjadi wanita. Pil hormon saya makan. Untuk nampak lebih ferminin. Ubah itu ini. Saya senang bila bergaul dengan banyak teman sesama. Sebab saya rasa itulah dunia saya. Untuk alasan kelalaian sendiri, banyak juga hal jahat yang sudah saya perbuat. Macam-macam rasanya tak perlu saya jelaskan satu persatu. Anda bisa muntah nanti. Saya tidak menyalahkan siapa pun, pangkal permasalahannya ada pada diri saya.

Saya tidak menyesal menjadi waria. Bagi saya ini salah satu yang Allah rencanakan dalam hidup saya. Yah benar, kalau saya bukan seorang banci, saya mungkin tidak kenal dengan insan-insan yang telah membantu saya untuk berubah kembali kepada Allah. Kembali kepada fitrah. Ini semua ujian dari Allah. Ujian dari Allah bagi saya supaya saya ingat dan memohon ampunan padaNya. Setuju tidak?


Saya Manusia Tak Lepas Dari Dosa
Manalah ada insan yang hidupnya 100% baik tanpa diuji. Saya tidak akan bercerita kalau ada seseorang yang ingin mengungkit kisah hidup saya dan membuka aib saya, semua kesalahan yang pernah saya lakukan sebelumnya. Orang mencap saya sebagai pendosa. Saya manusia tak lepas dari dosa. Saya terima.
Betul kata teman baik saya. Saya terharu dengan doa Anda semua. Dukungan yang sangat kuat. Semua membantu saya untuk bangkit. Masya Allah. Sulit digambarkan. Allah kirimkan insan-insan yang taat. Orang-orang yang kuat. Untuk menasihati dan bimbing saya. Semoga Allah balas jasa Anda semua. Melimpahkan segala kebaikan kepada Anda semua. Amin. Saya sekedar berbagi cerita, Anda bisa share, moga bisa bagi semangat kepada sahabat-sahabat yang lain. InsyaAllah. - Harry Zulkifli

Kisah Saat Naluri Kewanitaan Itu Muncul
Bapak dan ibu sekalian, semenjak saya berumur setahun Ayah saya sudah pergi meninggalkan saya. Bercerai dengan ibu dan hilang dari keluarga sampai hari ini. Saya anak tunggal dan saya dibesarkan sepenuhnya oleh ibu (Setia binti Nawi). Saya ada seorang kakak angkat, sepupu saya sendiri yang dijaga sepenuhnya oleh ibu saya. Dan saya sangat sayang kepadanya. Ibu dan kakak yang membesarkan saya sampai hari ini. Semasa kecil saya sering melakukan pekerjaan rumah. Saya memasak, mencuci pakaian, waktu itu cucinya pakai sikat tangan karena kami tidak punya mesin cuci. Hehehe. Saya menyetrika pakaian, menyapu, membereskan rumah, dan sebagainya. Saya jadi terbiasa dengan semua pekerjaan perempuan itu.

Saya kurang bergaul dengan teman-teman di kampung. Apalagi bergaul dengan kawan-kawan pria. Ada tapi tidak banyak. Kebanyakan kawan saya perempuan. Waktu sekolah dulu pon saya akan rapat dengan teman sejenis dan kawan2 perempuan. Faktor itulah yang menyebabkan saya menjadi Waria, faktor teman sebaya, latar belakang keluarga, dan kekhilafan diri sendiri. Waktu saya kelas 5, saya mulai krisis identitas. Saya mulai suka dengan sesama pria. Sampailah saya mengambil keputusan untuk mengubah paras fisik saya. Tapi saya tetap fokus pada pelajaran, karena ibu berpesan dengan belajar kita bisa tentukan masa depan. Ibu sangat ketat dengan urusan sekolah. Alhamdulillah, berkat nasihatnya saya mendapat banyak rezeki & peluang dalam pekerjaan sampai sekarang.

Bersyukur Dengan Apa Yang Didapatkan Saat Ini
Sulit untuk saya gambarkan bagaimana hidup tanpa ayah. Ada sesuatu yang kurang. Bila keluarga sedang jatuh, tidak ada yang mendukung. Zulkifli Bin Harun ayah saya. Saya tidak tahu wajah dan rupanya, bahkan saya tidak tahu latar belakang ayah saya sendiri. Saya hanya tahu namanya saja. Saya sering bertanya pada ibu tetapi tidak ada jawaban yang saya dapat. Dimana ayah saya? 
Apakah ayah akan menyesal bila melihat anak nya menjadi seorang Waria? Saya berpikir jauh. Saya anggap semua ini perencanaan Allah. Allah sudah aturkan hidup saya sebaik baiknya. Saya bersyukur dengan apa yang saya miliki sekarang. Bapak Ibu bantu saya cari ayah saya. Buat ayah, kalau membaca tulisan ini datanglah jenguk saya walaupun sekejap. Semenit pun jadilah. Salam tahajud. Selamat malam.
Semoga saudara Harry terus istiqomah dalam setiap perkara yang dilakukan.
Sumber : Harry Zulkifli

Related Posts