Terima Kasih Telah Menemani Langkahku Walau Sekarang Kau Bukan Miliku

shares |


Ada rasa yang pernah tumbuh dan mengihasi setiap hari pada saat itu, aku selalu rindu akan ungkapan manismu yang memintaku untuk tetap berada di sampingmu, setiap waktu aku menjagamu walaupun hanya dalam bentuk doa yang mengalun begitu syahdu bahkan disaat aku pilu karena rindu.

Setiap waktu aku sering bertanya apakah selama ini aku berbuat untuk orang yang nantinya akan menyatu denganku dalam ikatan penuh restu, meskipun aku sangat percaya padamu, namun ada sebuah rasa yang sebenarnya aku tak paham, aku bukan yang lebih pantas untuk bersanding denganmu kelak nanti, tapi ya sudahlah waktu akan terus berlalu, tugasku hanya untuk membahagiakanmu.

Hingga suatu hari yang sangat cerah, hari dimana aku seperti biasa memuji kebesaranmu dan di hari itu aku juga sering membuat orang-orang mengerti sedikit tentang ilmu. aku sangat tersentak bagai petir yang menyambar di siang bagai terik yang menusuk di saat hujan sedang membasahi.

Aku bahagia kamu bersanding dengan dia yang kau anggap lebih pantas dariku, kisah kita takkan pernah bisa dihapus, kita pernah melangkah bersama membuat sebuah mimpi seolah nyata akan membuat kita hidup bersama di masa depan, tapi ternyata takdir Tuhan telah mengajari kita ada rahasia yang kita hanya bisa percayai saja, semoga kau selalu bahagia.

[Buah Batu, 20 Desember 2015]

Related Posts