Surat Untuk Menantuku, Yang Nanti Akan Mendampingi Putriku

Entah siapa yang akan terlebih dahulu datang menemuiku. Apakah kau yang dengan berani meminta putriku dan mengambil alih tugasku sebagai seorang ayah. Atau malaikat maut yang datang memberi tahu kalau tugasku di dunia sudah selesai dan waktuku untuk kembali sudah tiba.

Surat Untuk Calon Menantuku, Yang Nanti Akan Mendampingi Putriku


Surat ini sengaja ayah buat, untukmu wahai menantuku. Jangan pernah takut untuk menemuiku, karena kita sama-sama seorang laki-laki dan ayah pun pernah muda seperti mu. datanglah ke rumah, dan ceritakan segala sesuatu tentang dirimu. Dan ayah akan dengan senang hati berbagi kisah tentang keluarga dan hidup putri ayah tercinta.

Putri ayah adalan anak yang sangat mandiri, tapi terkadang dia sangat manja kepada seseorang yang dia cintai. Jangan tanyakan dia bisa masak atau tidak, sudah pasti masakannya sudah sama enak dengan ibunya. Dia berusaha keras hanya untuk mendapatkan hatimu, dan tentunya ibu yang baik bagi anak-anakmu. Dia mau kau selalu menyantap masakan enak yang kau sukai selepas lelah bekerja, dia ingin anak-anaknya tumbuh sehat dengan masakan yang baik.

Ketahui lah wahai menantuku, dia sering menayakan bagaimana ayah dan ibu bisa bertemu dan memulai rumah tangga. Dia sering terbangun di sepertiga malam dan menitikan air mata dalam sujudnya meminta seseorang yang baik dan sholeh. Seperti itulah rindunya kepadamu, seseorang yang dia sendiri belum tau sebelumnya. Dan ayah harap itu adalah dirimu, jawaban dari semua doa dan pinta putri ayah tercinta.

Kalau dia marah atau sedang tidak enak hati, jangan balas dengan kemarahan juga. Coba kalian bicarakan dengan hati tenang, dan kepala dingin. Mungkin ada pinta yang belum terberi, ada harap yang belum terbalas, ada cemburu yang datang menderi, atau ada kata yang sulit terucap. Begitulah wanita dengan semua keunikannya. Dan ayah harap kau mengerti..

Ayah tidak pernah mensyaratkan harta yang melimpah bagimu,pendidkan yang tinggi, atau pangkat sebagai pejabat. Ayah hanya meminta untuk menjaga putri ayah dari panasnya api neraka dan munafiknya kehidupan dunia. Bimbinglah dia dalam takwa, jaga dia dalam iman, dan bekerjalah seperti seorang pemimpin yang tidak mau melihat tangis kekurangan. Tapi yakinlah, ayah selalu menanamkan rasa syukur kepada putri ayah.

Sekarang ayah titipkan putri yang paling ayah cintai kepadamu. Jangan pernah buat hatinya terluka, karena hati ayahpun akan terasa sakit jika putri ayah meneteskan air mata. Jangan sampai terucap kata perpisahan, setelah banyak doa yang kau dapatkan dari setiap tamu undangan yang datang. Cintailah dia karena Allah, sebab tidak akan ada alasan cinta itu hilang karena raga yang menua atau harta yang berkurang. Dan semoga cinta kalian di abadikan sampai surga-Nya.


Ayah Mertuamu, ...
Banking, Travel, Health, beauty, Agribusiness, Internet, computers, Technology, Fashion and beauty, automotive, machinery, Housing, Insurance, Loans, Mortgage, Attorney, Credit, Lawyer, Donate, Degree, Hosting, Claim, Conference Call, Trading, Software, Recovery, Transfer, Gas/Electricity, Classes, Rehab, Treatment, Cord Blood
Back To Top