Jangan Buat Nyaman, Lalu Pergi Meninggalkan

shares |

Sadarilah bahwa hati ini sangat rapuh, saat hati ini sudah menentukan dimana dia akan berlabuh disana dia akan mulai merasa nyaman. Apakah kau tidak merasa, kalau hati ini sudah memilih mu untuk manjadi salah satu bagian dalam kisah hidup. Apa kau hanya berpura-pura tidak tau, kalau seandainya hati ini sangat tulus menerima mu.



Awalnya kita hanya teman biasa yang saling sapa dan selalu bertanya. Lalu berubah dengan canda dan tawa sampai bercerita kehidupan masing-masing. Supaya kau tidak merasa asing akan hadirnya diriku, sehingga ku ceritakan semua apa yang pernah aku alami. Mulai dari keluarga yang selalu medukung, adik yang selalu rese, dan mata kuliah yang selalu membuatku bingung. Dan kau pun sama memberikan kisah hidupmu pada ku, sehingga aku tau kau seorang laki-laki yang kuat dan tidak mudah menyerah.



Adanya rasa nyaman dalam berkomunikasi, tidak sungkan untuk mengejek, atau hanya sekedar menegur dengan emoticon. Sehingga hubungan kita menjadi tidak jelas, apakah hanya sebatas tema atau lebih dari itu. Dengan sikap mu yang terbuka, seperti memberikan harapan. Dengan perhatan yang kau berikan membuatku tidak sungkan.

Sehingga dengan berani aku mulai menanyakan apa makna kedekatan kita. Apakah ada seseorang yang dekat dengan mu selain aku, atau aku yang satu-satunya bisa bersenda gurau dengan dirimu. Malam itu jujur saja. Hati ku tidak menentu. Takut dan cemas menjadi satu akan pertanyaan yang aku sengaja tanyakan pada mu.
Tapi apa jawabmu, kau hanya memandang hubungan kita sebagai teman biasa dan mengutarakan niat kalau kau menyukai teman ku. Mungkin kau tidak tau kalau hati ini terasa tersayat-sayat setelah mendengar penjelasanmu. Hanya teman, setelah semua ini kau hanya menganggapku sebagai teman.



Mungkin aku yang terlau berharap pada mu, sehingga diriku mulai menyukai mu. Ketahui lah kalau hati ini sesungguhnya sangat rapuh, walau senyum selalu tergores manis di bibir ku. Bukan salah mu, bukan salah ku. Hanya takdir yang mempertemukan kita untuk saling mengenal dekat tanpa memberi kesempatan untuk saling memiliki.


Terimakasih telah mejadi bagian dari kisah hidup ku dan membuat malam-malam ku menjadi penuh warna, walau sekarang kita tidak bisa bersama,


Terimakasih

Related Posts