Karena Aku Mencintaimu, Pergilah Dan Datang Lagi Di Lain Waktu

shares |

Ada rasa yang berbeda ketika kita saling berjumpa, walau tidak bertegur sapa dan hanya saling diam. Pandangan mata hanya bisa menatap bumi, tapi hati kenapa selalu tertuju padamu. Angin malam yang biasanya tenang sekarang bising membisikan tentang rindu. Dan hujan di sore hari ikut-ikutan mengingatkanku pada seseorang, yaitu kamu.

Karena Aku Mencintaimu, Pergilah Dan Datang Lagi Di Lain Waktu


Mungkin sekarang aku sedang jatuh cinta, atau hanya perasaan yang biasa dirasakan oleh anak muda. Tapi ini tak biasa, karena hati selalu membuat bibir tersenyum oleh sebab yang entah apa. Mungkin kamu, tersangka utama dalam kasus pencurian hati ini. Tapi maaf, bolehkah aku ambil kembali. karena ku rasa belum waktunya hati ini aku berikan.

Karena aku mencintaimu, pergilah dan datang lagi di lain waktu. Sekarang masih masanya kita berbakti kepada orang tua dengan belajar dan mengkaji ilmu. Menggapai mimpi dan meraih cita-cita untuk masa depan kita masing-masing. Bukan berarti aku tidak menginginkanmu, tapi kurasa cinta ini hadir di waktu dan saat yang belum tepat.

Tidak salah kita memiliki rasa cinta yang sama, karena cinta terkadang datang tanpa di undang. Tapi kadang cinta selalu menyisakan luka yang menimbulkan rasa perih, karena layu sebelum berkembang.

Aku titipka cinta ini kepada Allah, semoga dia menjaganya untuk ku. menenangkan hatiku dan hatimu, sehingga kita sama-sama kembali memperbaiki dan menyiapkan diri. Ada dunia yang sangat luas dan ingin aku kunjungi. Tapi nanti aku pun akan pulang kembali dan menceritakan semuanya pada seorang laki-laki, semoga itu kamu.


Kita catat semua yang telah kita alami dalam satu buku, kita isi halaman demi halaman dengan kisah perjalanan kita. Hingga pada akhirnya kita dipertemukan kembali dalam ikatan cinta yang halal dan saling bebagi cerita. Masa laluku adalah milikiku beserta semua kisah haru dan tawa, tapi masa depanku ku harap bisa berbagi bersama mu. dalam satu buku kehidupan yang sama, dalam kisah yang selalu bahagia, dalam satu naungan yang dinamakan keluarga. Aku dan Kamu ...

Related Posts