Jodoh Itu, Kita Yang Milih Dan Allah Yang Merestui

shares |

Hai jodoh, apa kabar kamu di sana. Taukah kalau disini aku masih menunggu, memantaskan diri semampu yang aku bisa. Berdoa sepenuh hati agar cinta kita cepat bertemu dan menjadi satu. Ketahilah bahwa menunggu tidak lebih mudah dari pada berusaha untuk menjemputku di sana. Disini perplu banyak kesabaran dan keyakian akan sebuah pertemuan. Semoga kau disana diberi banyak kekuatan dan kemampuan untuk secepatnya menghalalkan.
Jodoh Itu, Kita Yang Milih Dan Allah Yang Merestui


Jodoh itu bukan hanya sekedar ditunggu, tanpa kita tau jodoh seperti apa yang kita tunggu. Karena pesawat tidak akan mendarat di terminal bus, begitu juga kereta api yang tidak akan menjemput penumpang di pelabuhan. Kita harus tau mau ikut ke seseorang yang seperti apa, agar jangan salah dalam menunggu. Tapi yang paling sakit itu nunggu seseorang dan orangnya itu udah menjemput yang lain. Beneran itu sakit banget.

Ya rab, jangan sampai aku menunggu seseorang yang salah di temapat yangs salah. Mungkin kah dia akan menemukanku jika hari-hariku dihabiskan di balik pintu rumah. Aku yakin doa itu nyata, tapi bukan semua itu butuh di ikhtiarkan.

Ya rab, jadikan menungguku ini sebagai jalan untuk semakin dekat dengan ilmu. Jadikan waktu kesendirianku sekarang ini sebagai peluang untuk menebar manfaat dan menolong sesama. Semakin dekat dengan masyarakat sebagai duta wanita islam yang sholehah. Seseorang wanita yang patut dicontoh oleh adik-adinkya dan seorang waita yang sopan dan ramah pada kakak-kakanya. Dan jadikanlah kami seorang anak yang menjadi kebanggan ibu dan bapak kami.
Hai jodoh, aku masih menunggu di sini. Tapi menungguku tidak lantas diam dan berpasrah. Karena jodoh itu kita yang memilih dan Allah yang merestui, kita yang usahakan dan Allah yang tentukan, kita yang menanti dan Allah yang mendatangkan. Terus mau apalagi yang harus dikhawatirkan?, sedangkan IA adalah penentu yang terbaik.

Related Posts