Aku Nantikan Hari Itu, Saat Fotoku Dan Fotomu Berada Dalam Buku Yang Sama

shares |

Entah berapa lama lagi aku harus menanti, hari dimana aku dan kamu bisa duduk bersama dengan halal. dimana setiap air mata yang jatuh menjadi sebuah symbol kebahagiaan, dan doa-doa menjadi alasan keberkahan dari langit diturunkan. Mungkin aku sangat bahagia pada saat itu, sampai lupa betapa beratnya usaha untuk memperjuangkanmu pada saat ini.

Aku Nantikan Hari Itu, Saat Fotoku Dan Fotomu Berada Dalam Buku Yang Sama


Aku nantikan hari itu, saat fotoku dan fotomu berada dalam buku yang sama. Buku pernikahan kita yang akan dengan bangga kita tunjukan pada dunia, jika cinta kita benar-benar nyata. Bukan hanya sekedar janji atau rayuan gombal seorang pujangga. Karena cinta butuh bukti, bukan hanya sekedar janji yang menjadi alasan untuk   menunggu pergi.

Aku nantikan hari itu, saat aku meminta izin pada ayah dan ibuku. Berterima kasih atas kasih sayang yang mereka berikan selama ini dan belum sempat terbalas. Meminta maaf, karena belum membuat mereka berdua bahagia dan bangga. Sampai tiba saatnya aku meminta restu dan memilihmu menjadi imam dalam hidupku.


Kamu yang nanti akan menjabat tangan ayahku dengan erat, yakinkan lah beliau jika kau bisa menggantikan perannya dengan baik. Tegur dan bimbing aku dengan semestinya tanpa menyakiti hati yang sebenarnya sangat rapuh. Tapi jika kau bisa mendapatkannya dan membuatnya jatuh hati, ia akan lebih kuat dan tegar dibandingkan karang.

Ada rasa yang sulit didefinisikan saat pertama kalu aku mengecup keningku, setelah kita sah menjadi sepasang suami-istri. Dan mungkin ada rasa tak percaya, kalau hati ini akan kita lalui bersama setelah sekina lama berjuangan dan berdoa dalam kesendirina.Begitulah jodoh, akan saling menemukan walau keduanya tidak bernah bertatap mata dan bicara. Karena Allah mempunyai sekenario yang sangat indah untuk kisah cinta hambanya yang beriman serta taaf. Karena doa-doa yang kita panjatkan akan senantiasa sampai ke hati dengan kuasanya.

Related Posts