Melawan Rindu, Meski Pada Nyatanya Tidak Pernah Akan Mampu

shares |

Senja kali ini, tak seperti senja seperti biasanya. Senja yang selalu bersama-sama sekarang hanya angin sepi sendiri. Dulu sesibuk apapun aktivitas kita, meskipun berbeda kegiatan yang kita jalani masih bisa saling mengabarkan. Sekarang tidak lagi, semenjak kejadian itu.

Melawan Rindu, Meski Pada Nyatanya Tidak Pernah Akan Mampu

Aku memutuskan untuk pergi menjauh setelah pertengkaran hebat kita, entahlah. Ada hal yang menyakitkan dari kata-kata terakhirnya. Membuat hati aku pilu, sesak dan sedih waktu itu. Kini aku pasrah ketidak berdayaanku saat aku mulai jatuh cinta kepadanya, harus berpisah.

Semenjak saat itu kita tak saling bertemu, tak tegur sapa dan tak saling mengabarkan. Mungkin kita sedang sama-sama ingin menyendiri, aku khususnya perlu waktu lama untuk memulihkan keadaan ini, karena aku perlu menata kembali hati yang luka.

Aku tahu kita sma-sama rindu, tak mampu mengatakannya, atau sama-sama saling menyembunyikan rindu. Tapi sungguh, aku tak bisa menyembunyikannya. Meski aku paksa melawan rindu, sungguh berat hati ini.

Aku harap ini mimpi, tapi nyatanya ini nyata. Senja kali ini pun tak ada kamu. Dan akhir-akhir ini kamu selalu hadir di mimpi menyapaku, mungkin kita sedang sama-sama rindu. Sungguh aku tak mampu melawan rindu ini. Meski pada akhirnya aku percaya kamu akan selalu ada melihat ku dari kejauhan.

Aku percaya kita sama-sama rindu.biarlah sekarang melawan rindu ini, meski pada nyatanya tak mampu. Yang ku pinta hanya. 
“Doakan aku semoga kuat, kuat melawan rindu. rindu ingin melihatmu, rindu ingin bertemu denganmu, rindu saling sapa dan  ingin bersama lagi”.

Jika benar rindu ini kamu rasakan juga, jangan lelah untuk terus mendoakan aku dan mendoakan kita. “Semoga Allah mempertemukan kita kembali di senja, senja yang berkah penuh cinta kepada-Nya”.


Penulis : I.L

Related Posts